Upaya Perlindungan Hewan yang Hampir Punah Terganggu Oleh Penutupan Perbatasan COVID-19

Aturan yang memperbolehkan pasangan untuk saling mengunjungi di tengah 'lockdown' COVID-19 tidak hanya dibutuhkan manusia di Australia, namun juga hewan yang terancam punah.
Penutupan perbatasan dan 'lockdown' turut mempengaruhi upaya konservasi spesies hewan setelah setahun pandemi.
Pemindahan hewan dari satu daerah ke daerah lainnya kini menjadi tantangan logistik tersendiri.
"Hampir setiap program pengembangbiakan kami yang ada di seluruh Australia terdampak karena satu atau lain hal," kata Elaine Bensted, kepala eksekutif Kebun Binatang Australia Selatan.
"Kami pernah melakukan pemindahan antar-perbatasan di mana kami harus menempatkan staf dari Australia Selatan di satu sisi perbatasan dan staf Kebun Binatang Werribee [dari Victoria] di sisi lain."
Elaine mengatakan bahwa keberhasilan program pengembangbiakan hewan dapat menentukan keselamatan spesies tertentu.
"Khususnya untuk hewan yang memiliki siklus pengembangbiakan tahunan, atau yang jumlahnya sangat sedikit di alam liar. Fokus kebun binatang bermutu adalah memastikan keragaman genetiknya terjaga," katanya.
Misalnya penting sekali bagi burung beo berperut jingga, yang spesiesnya terancam punah, untuk sampai di Tasmania tepat waktu agar tidak punah.
Aturan yang memperbolehkan pasangan untuk saling mengunjungi di tengah 'lockdown' COVID-19 tidak hanya dibutuhkan manusia di Australia, namun juga hewan yang terancam punah
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi