Upaya Untuk Mencari Warga Keturunan Makassar dan Aborigin Sedang Dilakukan
"Mereka sangat hitam, bertubuh tinggi, dengan rambut keriting... dan, secara umum, bertubuh cukup tegap," tulisnya.
Bahasa mencerminkan penilaian etnografis dari varian ras yang populer pada saat itu, tetapi sekarang dianggap sebagai hal yang menyakitkan oleh banyak orang.
Profesor Lydon mengatakan foto-foto itu kemungkinan besar diambil sebagai bagian dari penelitian serupa.
Penemuan yang mengejutkan
Profesor Lydon melakukan perjalanan ke Italia untuk mencoba menemukan foto-fotonya setelah melihatnya direferensikan dalam buku teks abad ke-19.
Dia tidak yakin apakah bisa menemukannya di arsip yang banyak di Luigi Pigorini National Museum of Prehistory and Ethnography di Roma.
"Saat saya masuk, tidak ada lampu yang menyala, tapi kuratornya sangat ramah dan meninggalkan saya sendirian dengan arsipnya," ujarnya.
"Saya menelusuri foto demi foto yang luar biasa dari arsip abad ke-19 ini, dan di sanalah, koleksi foto-foto Aborigin Australia yang sudah lama tidak ditemukan."
"Jadi sangat mengasyikkan, saya benar-benar terpesona."
Pelacakan keturunan warga Aborigin yang pernah menetap di Makassar ratusan tahun lalu sedang diupayakan
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Ini Kejanggalan Kematian Wanita di Makassar
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun