Upik si Penjual Bebek yang Jago Bikin Bom dan Mahir Menembak, Rumahnya Wow

"Di Lampung dia jualan bebek, akhirnya bisa mengumpulkan uang dan dibelikan rumah yang ada bunkernya," terang Argo.
Rekam jejak Upik di kasus terorisme lumayan panjang. Dia merupakan dalang dari beberapa peristiwa teror bom seperti Bom Pasar Tentena, Bom Pasar Maesa, Bom Gor Poso.
Kemudian kasus Bom Pasar Sentral, Bom Termos Nasi Tengkura, Bom Senter Kawua, dan rangkaian aksi teror lainnya pada tahun 2004 hingga 2006.
Pelarian Upik yang masuk daftar buronan polisi ini berakhir setelah Tim Densus 88 Antiteror menangkapnya di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung pada 23 November 2020.
Sejumlah barang bukti disita Densus 88 dalam penangkapan Upik, termasuk delapan bilah senjata tajam, satu senjata api rakitan, satu senjata angin, sebuah panah, 13 peluru, dan sebuah bunker dengan kedalaman dua meter.
Upik Lawanga bersama 22 tersangka teroris yang ditangkap di Lampung juga telah dipindahkan ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pada Rabu (16/12) yang lalu.(antara/jpnn)
Upik Lawanga ditangkap Tim Densus 88 Antiteror dan dia punya daftar panjang aksi terorisme di berbagai daerah.
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- Tim Deradikalisasi BNPT Berkomitmen Layani Warga Binaan Terorisme Secara Humanis
- Eks Tokoh JI Nasir Abbas Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa
- Dulu Usut Teroris, Kini Brigjen Eko Hadi Dipilih jadi Dirtipid Narkoba Bareskrim
- Rapat Kerja dengan BNPT, Sugiat Apresiasi Zero Aksi Teror di 2024
- Paguyuban Ikhwan Mandiri Dukung Program Ketahanan Pangan
- BNPT Bakal Bentuk Satgas Kontra Radikalisasi Untuk Cegah Terorisme