Usai Salat, 42 Orang Tewas Kena Serangan Udara

Relawan Syria Civil Defence atau yang lebih dikenal dengan White Helmets berada di lokasi untuk menolong para korban.
Mereka berusaha mengeluarkan para korban yang masih tertimbun.
White Helmets sempat menghentikan operasi penyelamatan setelah menemukan 42 korban tewas dan sekitar seratus korban luka.
Namun, mereka kembali lagi setelah mendengar suara erangan dari balik reruntuhan. Hingga kemarin (17/3) operasi pencarian korban masih berlangsung.
Salah seorang saksi mata Abu Muhammad mengungkapkan, dirinya mendengar suara ledakan sangat keras ketika masjid tersebut dibom.
Saat itu, jamaah di masjid baru saja selesai salat dan jamaah laki-laki akan mendengarkan khotbah.
Muhammad melihat 15 jenazah tergeletak dan bagian tubuh yang berceceran.
"Kami bahkan tidak bisa mengenali beberapa jenazah (karena tubuhnya hancur, Red)," ungkapnya.
Banyaknya pesawat tempur yang melintasi langit Syria membuat SOHR kesulitan mendeteksi pesawat siapa yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Militer Amerika Serikat (AS) salah sasaran serangan.
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Gempa Bumi Kembali Terjadi di Myanmar Hari Ini
- Korban Tewas Gempa Myanmar Mencapai 2.700 Orang, BNPB Beri Info soal WNI