Usia 16 Baru Masuk SMP, Tahu Indonesia Hanya Sulawesi

Usia 16 Baru Masuk SMP, Tahu Indonesia Hanya Sulawesi
Usia 16 Baru Masuk SMP, Tahu Indonesia Hanya Sulawesi
Dengan blak-blakan, Ibnu menuturkan kepincut mengajar di pedalaman Tawau karena iming-iming gaji besar. Ayah Intan Morina, 16, dan Bobi Kurnia Hajar, 14, tersebut menyatakan, selama dikontrak dua tahun dirinya digaji Rp 15 juta per bulan. Gaji itu cukup besar jika dibandingkan dengan gajinya sebagai PNS yang tidak lebih dari Rp 5 juta.

Setelah bersaing dengan peminat guru yang lain, Ibnu dinyatakan lolos. Dengan tekad kuat, dia berangkat ke Tawau. Dia meninggalkan keluarga kecilnya di Jambi. Ibnu menyempatkan pulang kampung enam bulan sekali.

Dari hitung-hitungan finansial, Ibnu mengatakan bahwa gaji Rp 15 juta per bulan itu lebih dari cukup. Sebab, untuk bisa hidup tidak sengsara dan tidak berlebihan, dia cukup merogoh kocek Rp 4 juta sampai Rp 5 juta. Dengan pengeluaran sebesar itu, Ibnu sudah bisa menggilir menu, mulai telor, ikan, hingga daging.

Jika dari sektor pendapatan Ibnu merasa cukup, tidak demikian kebutuhan batinnya. Untuk mengatasi rasa rindu dengan sang istri dan anak, dia memilih berpuasa. "Jika sudah berpuasa, semua sudah lupa. Tinggal berfokus ke urusan mengajar," jelas dia.

SEDIKITNYA 40.000 anak TKI tersebar di perumahan pekerja perkebunan kelapa sawit di Tawau, Sabah, Malaysia. Mereka menghadapi problem besar, yakni

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News