Usia 16 Baru Masuk SMP, Tahu Indonesia Hanya Sulawesi

Usia 16 Baru Masuk SMP, Tahu Indonesia Hanya Sulawesi
Usia 16 Baru Masuk SMP, Tahu Indonesia Hanya Sulawesi
Ibnu lantas menuturkan kurikulum pendidikan yang diberikan kepada anak-anak TKI. Pada tahun pertama, pelajaran PKn yang diberikan terkait dengan pengenalan pulau-pulau Indonesia. Ibnu cukup kaget ketika awal-awal mengajar. Sebab, saat itu anak-anak TKI tersebut mengenal Indonesia hanya terdiri atas satu pulau. Yaitu, Pulau Sulawesi. "Setelah saya telusuri, kebanyakan TKI di sini berasal dari Bugis," ungkap Ibnu.

Akhirnya, secara perlahan Ibnu menjelaskan kepada para siswa didiknya bahwa Indonesia terdiri atas ribuan pulau. Mulai yang besar-besar hingga yang kecil-kecil. Meskipun ada siswa kelas I SD yang sudah berumur belasan tahun, Ibnu mengatakan butuh waktu lebih dari satu semester untuk membuat mereka benar-benar hafal dan paham tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Setelah berhasil mengenalkan pulau-pulau Indonesia, misi Ibnu selanjutnya adalah mulai menanamkan budaya-budaya Indonesia. Sebagian di antara materi yang paling ditekankan adalah penanaman budaya ramah tamah dan sopan santun. Menurut Ibnu, anak-anak TKI yang lahir dan besar di perkebunan sawit cenderung berperilaku kurang sopan. "Mereka tidak sungkan-sungkan melompat dan naik ke pundak guru," terang dia.

Ibnu menduga, perilaku sehari-hari di keluarga berperan besar dalam membentuk sikap kurang sopan itu. Dia menjelaskan, sejak pagi buta mereka ditinggal ayah dan ibu masing-masing untuk bekerja di kebun kelapa sawit. Anak-anak dibiarkan keluyuran dan bermain bersama anak sebaya tanpa ada yang menjaga dan mengawasi.

SEDIKITNYA 40.000 anak TKI tersebar di perumahan pekerja perkebunan kelapa sawit di Tawau, Sabah, Malaysia. Mereka menghadapi problem besar, yakni

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News