Usia Penonton Konten Pornografi di Australia Semakin Muda

Menurutnya anak-anak akan lebih sulit untuk mencerna, belum lagi jika mereka membahas bahan pornografi yang "cukup bikin trauma" dengan orang yang tidak tepat.
Hal ini bisa berdampak lebih mendalam secara psikologi.
Menurutnya anak-anak juga takut dan khawatir dengan reaksi orang tua jika membahas soal seks dan pornografi karena dianggap tabu.
"Misalnya untuk yang background agamanya lebih strong akan lebih sulit, karena overall ini adalah something that you shouldn't talk about until you have been married," kata Ghassanim yang menambahkan kebanyakan orang menjadi tak mau membahasnya sama sekali.
Pencegahan di usia muda
Daniel Principe, seorang warga Australia, pertama kali terpapar pornografi online di usia 11 tahun.
"Saya jelas diberi rangsangan yang memacu dopamin dalam diri saya, membuat saya penasaran dan merasakan berbagai hal yang saya sembunyikan dari orang tua saya," katanya.
Selama sepuluh tahun setelahnya ia menganggap pornografi sebagai sumber utama untuk belajar seks.
Setelah menyadari konten pornografi memiliki unsur-unsur seksis, Daniel berhenti menontonnya dan berusaha untuk melupakan apa yang diajarkan film porno kepadanya.
Sebuah laporan terbaru menemukan rata-rata remaja perempuan di Australia sudah menonton konten pornografi sebelum berulang tahun yang ke-14
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi