Usut Kejahatan Keuangan, Kejaksaan Geledah Kantor 2 Kementerian

Kementerian Keuangan mengatakan telah menambah staf di FIU dari 165 menjadi lebih dari 460 orang, serta memberikan lebih banyak tanggung jawab dan sumber daya teknis.
Kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mendukung penyelidikan. Mereka juga menegaskan bahwa kecurigaan tidak diarahkan pada pegawai kementerian.
Penyelidikan itu dilakukan pada saat yang penting, ketika upaya anti pencucian uang Jerman sedang ditinjau oleh Financial Action Task Force (FATF), sebuah badan global beranggotakan negara-negara termasuk AS dan China untuk mengatasi kejahatan keuangan.
FIU telah bersusah payah menindaklanjuti puluhan ribu peringatan tentang pengiriman uang yang mencurigakan, kata sejumlah sumber yang mengetahui hal itu.
Mereka hanya berhenti menggunakan mesin faks untuk menerima laporan dari bank dalam beberapa tahun terakhir, kata seorang pejabat Jerman.
Seorang juru bicara kejaksaan mengatakan mereka melakukan penyelidikan setelah menerima keluhan bahwa FIU tidak bertindak atas transaksi jutaan euro yang mencurigakan, termasuk ke Afrika, antara 2018 dan 2020.
Dia mengatakan kejaksaan menggeledah kementerian untuk mengetahui apakah FIU memang diperintahkan untuk mengabaikan aliran uang yang mencurigakan.
Kejaksaan menggeledah kementerian untuk mengetahui apakah FIU memang diperintahkan untuk mengabaikan aliran uang yang mencurigakan.
- Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah SMK, Kejati Geledah Dinas Pendidikan Jatim
- Masuk DPO, Terpidana Korupsi Dana KUR Ditangkap Kejaksaan
- Eks Hakim MK Tak Setuju Kewenangan Kejaksaan Mengusut Korupsi Dihapus
- Mahasiswa Bali Tolak Asas Dominus Litis yang Rawan Intervensi Politik
- Soal Imunitas Jaksa, BEM FH UBK Sebut Ada Potensi Penyalahgunaan Wewenang
- Pengamat Bandingkan Imunitas Jaksa dengan Rakyat Biasa saat Hadapi Kasus Hukum