Utang Miliaran Rupiah untuk Belajar di Australia Lunas dalam Waktu Enam Tahun

Ada banyak orang-orang berkulit berwarna di Amerika Serikat yang menggunakan sosial media untuk membuat konten soal keuangan, tapi ini masih jarang ditemukan di Australia.
Saya menghadapi banyak tantangan untuk bisa sukses secara keuangan. Saya memulai dengan utang yang besar. Orang berkulit berwarna juga kadang masih menghadapi perbedaan jumlah gaji, diskriminasi dan akses pada kesempatan yang tidak seimbang.
Saya ingin pengalaman saya bisa membantu warga berkulit berwarna di Australia di semua kalangan, baik yang baru pindah ke Australia, yang sudah menjadi orangtua, atau yang baru mulai kuliah.
Motivasi lainnya adalah putri saya. Saya ingin dia memiliki kesempatan yang tidak pernah saya dapatkan.
Cerita ini diproduksi oleh Erwin Renaldi dari artikel ABC Everyday
Patti Lupari asal Papua Nugini berbagi pengalamannya melunasi pinjaman untuk biaya kuliah di Australia
Redaktur & Reporter : Adil
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Algonova Bantu Asah Keterampilan Anak-anak Sejak Dini