Utang Pemerintah Rp 1.625 Triliun Dianggap Turun
Rabu, 11 Agustus 2010 – 17:05 WIB

Utang Pemerintah Rp 1.625 Triliun Dianggap Turun
JAKARTA — Hutang Pemerintah Indonesia terhitung sejak Januari hingga Juli 2010 lalu tercatat mencapai sekitar Rp1.625,63 triliun, Namun menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Radjasa, jumlah itu bukanlah angka yang terlalu tinggi. Jumlah utang pemerintah Indonesia periode Januari-Juli 2010 tercatat sebesar Rp1.625,63 triliun, lebih besar Rp 34,97 triliun jika dibanding utang pada akhir tahun 2009 yang mencapai Rp1.590,66 triliun. Utang tersebut terdiri dari pinjaman USD65,22 miliar dan surat berharga USD116,37 miliar. Dengan menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 6.253,79 triliun, maka rasio utang Indonesia tercatat sebesar 26 persen.
sebaliknya, Hatta justru mengklaim bahwa hutang Indonesia sebenarnya sudah jauh menurun. "Sebenarnya utang kita relatif menurun, sudah sekitar delapan persen. Kalau tidak salah, bebannya secara sisi bunga juga turun. Sekarang yang perlu kita lakukan adalah melakukan manajemen pada defisit. Defisit kita manage agar bisa turun terus," kata Hatta pada wartawan, Rabu (11/8) di Jakarta.
Baca Juga:
Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Utang Kemenkeu, puncak tertinggi jatuh tempo utang pemerintah Indonesia adalah pada tahun 2033. Pada tahun tersebut, jumlah utang jatuh tempo mencapai Rp130 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp127 triliun berasal dari surat utang eks BLBI.
Baca Juga:
JAKARTA — Hutang Pemerintah Indonesia terhitung sejak Januari hingga Juli 2010 lalu tercatat mencapai sekitar Rp1.625,63 triliun, Namun menurut
BERITA TERKAIT
- Kementan Gelar Forum Komunikasi Publik Standar Pelayanan RIPH
- SAFF & Co. Hadirkan MORFOSIA, Perpaduan Seni Instalasi dan Aroma di Central Park
- Perkuat Hubungan Dua Negara, Mohsein Saleh Al Badegel Pertemukan Bamsoet & KADIN Saudi
- Digitalisasi Transaksi Dorong UMKM Pontianak Bersaing di Kancah Nasional
- Tanggapi Perang Tarif Trump, Partai Gelora Dorong BPI Danantara Berinvestasi di AS
- Modernland Realty Pangkas Beban Utang Obligasi Luar Negeri Sebesar Rp1,7 Triliun