UU ITE Berlaku, Polri: Kami Akan Kejar Pembuat Hoax

jpnn.com - JAKARTA - Revisi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) mulai berlaku hari ini, Senin (28/11).
Mabes Polri meminta agar pengguna internet berhenti menyebarkan informasi hoax dan berita yang belum akurat.
"Bagi masyarakat, bagi mereka-mereka pembuat hoax, kami akan kejar melakukan upaya penyelidikan untuk memproses hukum," kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di gedung Humas Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (28/11).
Dia meminta, pihak yang menjadi korban berita hoax agar melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Sebab, polisi tidak akan menindaklanjuti laporan itu, jika yang mengadukan bukan korbannya.
"Ini kan delik aduan. Jadi tidak bisa lagi bagi mereka korban, diwakilkan orang lain, jadi tidak bisa. Yang merasa ikut dirugikan kemudian mengadukan, tetapi ini harus objeknya yang harus melaporkan," terang Martinus.
Untuk melaporkan tindak pidana ITE, pelapor cukup membawakan bukti berupa foto berita hoax di internet. Nantinya, laporan tersebut akan ditindaklanjuti.
Sementara itu, untuk proses tindak lanjut laporan, polisi akan berkoordinasi dengan jajaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
"Di Kominfo ada penyidiknya, sehingga tidak hanya penyidik Polri yang melakukan, tetapi juga penyidik PPNS di Kominfo melakukan proses penegakan hukum," terang dia.
JAKARTA - Revisi Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) mulai berlaku hari ini, Senin (28/11). Mabes Polri meminta agar pengguna
- Data Resmi BKN Jumlah PPPK Paruh Waktu dari Seleksi Tahap 1, Lebih Banyak
- PN Jakbar Tunda Putusan Perkara Gugatan Lahan di Daan Mogot
- Polres Tarakan Diserang Oknum TNI, Kapolda dan Pangdam Langsung Angkat Bicara
- APJATI Antusias Sambut Pembukaan Penempatan PMI Sektor Domestik ke Timur Tengah
- Pemprov DKI Tak Akan Berikan Kompensasi untuk Warga yang Terdampak Bau RDF Rorotan
- Menhut Raja Antoni Memandikan Gajah di Tangkahan, Dukung Ekowisata di Taman Nasional