Vagina Implan Yang Kontroversial Resmi Dilarang di Australia

Pihak berwenang di Australia dalam masalah kesehatan telah melarang pemasangan vagina implan yang kontroversial yang digunakan oleh wanita yang memiliki keluhan di bagian panggul.
Pelarangan dilakukan setelah laporan yang dibuat oleh ABC berdasarkan keterangan dari banyak perempuan bahwa alat tersebut menyebabkan mereka mengalami kesakitan parah dan juga infeksi yang berulang.
Badan bernama Therapeutic Goods Administration (TGA) yang menjadi penentu boleh tidaknya obat dan alat kesehatan digunakan di Australia sudah melakukan penelitian secara internasional mengenai bukti keamanan vagina implan tersebut.
"TGA akhirnya berkesimpulan manfaat penggunaan implan vagina untuk menangani keluhan masalah panggul perempuan tidak lebih besar dari masalah yang ditimbulkannya bagi pasien." kata seorang juru bicara TGA.
Implan itu dipasang menyusul adanya komplikasi yang dialami perempuan setelah melahirkan.
Implan yang dipasang lewat prosedur operasi tersebut digunakan untuk memperbaiki bagian panggul perempuan yang disebabkan karena prolapse.
Prolapse adalah kondisi di mana otot dan ligamen yang menyokong organ-organ di sekitar daerah panggul melemah.
Kondisi ini menyebabkan organ-organ menyelip keluar dari posisi awalnya sehingga organ rahim, kandung kemih atau dubur menjadi turun.
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia