Vaksin COVID-19 Bisa Mengubah Genetik Manusia? Ini Penjelasan Pakar

Penyebabnya adalah informasi tersebar sangat cepat di WeChat, karena komunitas China aktif melakukan percakapan di platform ini.
Yang Bingqing, ketua dari kelompok sukarelawan cek fakta bagi warga China di Australia, mengatakan informasi yang salah muncul di "hampir semua kelompok chat" yang diikutinya di 'WeChat'.

"Saya merasa [kelompok chat tersebut] membingungkan bagi seseorang yang tidak berlatar belakang ilmu medis," katanya.
ABC sudah menghubungi 'WeChat' untuk meminta komentar soal misinformasi yang terjadi di platform mereka.
Namun seberapa serius warga percaya pada informasi seperti ini? Dan ketika bahasa Inggris menjadi hambatan bagi warga pendatang serta ketidakpercayaan pada Pemerintah Australia menyebabkan banyak yang tak percaya, apa yang bisa dilakukan untuk memastikan mereka mendapat informasi yang benar?
Vaksin menjadi DNA 'sama sekali tidak benar'

Badan pengawas obat-obatan Australia untuk sementara waktu telah mengizinkan penggunaan dua vaksin untuk kelompok rentan, salah satunya adalah Pfizer, yang merupakan vaksin mRNA pertama dan satu-satunya yang diterima untuk digunakan di Australia.
Dalam Bahasa Inggris | Dalam Bahasa MandarinSaat warga Australia yang paling berisiko tertular virus corona sudah siap menerima vaksin, sejumlah pakar memperingatkan beredarnya informasi menyesatkan di jejaring sosial, termasuk di kelompok multikulturall
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana