Vaping Bee Tawarkan Kenyamanan Bagi Komunitas Berkumpul

jpnn.com, JAKARTA - Para penggemar vaping dan mereka yang ingin beralih dari kebiasaan merokok tradisional ke gaya hidup lebih sehat memiliki tempat nongkrong baru di Tebet, Jakarta Selatan, yakni Vaping Bee.
Toko vape ini menawarkan beragam produk yang memenuhi setiap kebutuhan vaping. Selain itu, para komunitas vaping bisa berkumpul dan berbagai cerita, serta bisnis.
Founder Vaping Bee Yesela Mala mengatakan, kehadiran toiko vape ini lebih sekadar ruang ritel, tetapi sebagai mercusuar komunitas dan dukungan bagi individu yang mencari alternatif selain merokok.
"Dengan komitmen terhadap kualitas dan layanan, kami menawarkan pilihan lengkap perangkat vape, cairan premium, aksesori, baterai, kumparan, kapas, dan banyak lagi," kata Yesela Mala, saat Grand Opening Vaping Bee, Jumat (10/5).
Dia berharap bisa menyediakan lingkungan yang ramah dan nyaman bagi pelanggan. Selain itu, memberi dukungan bagi perokok menuju kehidupan bebas asap rokok.
"Sejauh ini vape store tempatnya kecil. Makanya saya bikin yang beda dari yang lain," tutur Yesela Mala.
General Manager Vaping Bee Sandy Memasty menambahkan, ciri khas dari toko vape di Tebet itu adalah tempat yang nyaman untuk berkumpul.
"Para komunitas bisa membuat acara, seperti vape meet untuk sekadar bertukar ilmu, open tester produk-produk baru, dan lainnya," tutur Sandy.
Vaping Bee tidak hanya menawarkan beragam produk, tetapi menyediakan kenyamanan bagi komunitas vape berkumpul.
- Begini Kata Ahli soal Keterkaitan Tembakau Alternatif dengan Peluang Berhenti Merokok
- Oyoy Godplant Makin Aktif di Dunia Bisnis, Kini Mulai Garap Industri Vape
- Selandia Baru Menuju Negara Tanpa Rokok 2025, Indonesia Juga Bisa
- Ajang Vape 5 Styles Berhadiah Rp 405 Juta, Buruan Ikutan!
- Pasar Meningkat, Pemain Baru Rokok Elektrik Bermunculan
- Mulai Bulan Depan, Vape Jadi Barang Haram di Vietnam