Viki Tewas Dihajar Massa, Ternyata Bukan Begal

Sementara Eli, bibi Viki mengaku akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Hal ini dilakukan atas saran dari berbagai pihak. Di mana, Viki selalu korban, tidak terbukti melakukan aksi begal.
"Besok (hari ini, red), akan melaporkan ke Polres Kampar," katanya, Senin siang.
Dia berharap, pihak kepolisian dapat berlaku adil atas tindakan massa, yang telah menghilangkan nyawa Viki.
Kejadian ini berawal saat Viki dicurigai warga saat berada di sebuah semak yang gelap. Kemudian warga yang sedang ronda, menanyai Viki sedang menunggu siapa. Namun Viki menjawab dengan gugup.
Melihat gelagatnya yang mencurigakan, apalagi setiap ditanyai Viki selalu mengalihkan pembicaraan, masyarakat semakin curiga bahwa dia pelaku begal yang sering beraksi di daerah tersebut.
Karena terpojok ditanyai oleh warga, akhirnya Viki lari meninggalkan lokasi itu, sehingga masyarakat mengejarnya dan meneriaki "begal".
Hingga akhirnya, Viki dihajar massa hingga tewas. Belum diketahui siapa yang ikut serta dalam pengeroyokan ini. Apakah hanya warga sekitar, atau juga ikut pengendara yang lewat. (*4)
Polisi melakukan pengusutan terhadap kasus tewasnya Viki yang dihajar massa lantaran dicurigai sebagai begal.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- Prancis Apresiasi Polres Tanjung Priok Tangkap Pelaku Pembegalan Warganya
- Mengaku Korban Begal, Pria di Sukabumi Bawa Kabur Uang Perusahaan Rp 504 Juta
- Dikejar Korbannya, Jambret Tabrak Angkot, Apes
- Ternyata Ini 2 Begal yang Beraksi di Setiabudi Bandung
- Kawanan Begal Sadis Beraksi di Sukabumi, Duit Rp 504 Juta Raib
- Kawanan Begal Merampok Karyawan Perusahaan, Duit Rp 504 Juta Raib