Virus Corona Jenis Baru Terdeteksi di Inggris, London Langsung Lockdown Ketat

London merupakan salah satu kota pertama di Inggris yang terkontaminasi virus corona lebih dulu di periode Maret hingga Mei, namun ketika gelombang kedua terjadi, penularannya lebih banyak terjadi di pusat dan utara Inggris.
Menurut data yang dikeluarkan minggu lalu, angka kasus per 100.000 warga London adalah 191,8, lebih tinggi dari angka di daerah yang menerapkan aturan lebih ketat, seperti West Midlands.
'Varian baru' COVID-19 dideteksi di Inggris
Menkes Matt juga mengumumkan jika ditemukan adanya varian baru virus corona beberapa hari lalu.
Varian tersebut diduga berhubungan dengan peningkatan kasus di selatan Inggris.

Lebih dari 1.000 kasus baru telah dicatat, ujar Menkes Matt, yang juga mengatakan kemungkinannya kecil bagi virus yang bermutasi tersebut untuk tidak bereaksi pada vaksin.
"Analisa awal menyebutkan varian ini tumbuh lebih cepat dari varian yang sudah ada," katanya.
"Saya harus menekankan jika tidak ada bukti yang menyatakan varian ini dapat menimbulkan penyakit berbahaya, dan pernyataan klinis mengatakan kemungkinannya kecil virus yang bermutasi ini akan gagal dilawan vaksin."
London akan menetapkan aturan pembatasan terketat dalam sistem 'lockdown' regional Rabu besok, setelah angka penularan virus corona di ibukota Inggris tersebut melonjak
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana