Wabah COVID-19 Mereda, Pelajar Indonesia Mulai Kembali ke China

Jika hasil tes negatif selama masa karantina di Guangzhou, maka diizinkan untuk melanjutkan perjalanan ke kota-kota lain di China sesuai tempat mereka berasal.
Para pelajar tersebut telah mengantongi visa yang dikeluarkan oleh Kedutaan China secara selektif sesuai dengan usulan dari KBRI Beijing, Kementerian Luar Negeri RI, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Kedatangan 125 pelajar Indonesia tersebut merupakan gelombang pertama. Semula tujuan penerbangan ke Chengdu di wilayah baratdaya China. Namun karena ibu kota Provinsi Sichuan tersebut dilanda gelombang terbaru COVID-19, maka tujuan pendaratan pesawat Citilink dialihkan ke Guangzhou.
"Mudah-mudahan nanti ada gelombang berikutnya karena banyak sekali pelajar Indonesia yang belum bisa kembali ke China," kata Yaya.
Diperkirakan jumlah pelajar Indonesia yang studi di China mencapai angka 14.000 orang. Sebagian besar dari mereka belum bisa kembali ke China sejak pertama kali terjadi pandemi COVID-19 pada liburan semester musim dingin tahun 2020. (ant/dil/jpnn)
Pesawat carter milik maskapai Citilink yang mengangkut 125 pelajar dari Indonesia mendarat di Guangzhou di wilayah selatan China, Rabu (7/9) malam.
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- Pengalaman Pelajar Asal Indonesia Ikut Ujian Nasional di Australia Saat Berpuasa Ramadan
- Tanpa Zheng/Huang, Ganda Campuran China di All England Tetap Mengerikan
- Menlu China Minta Warga Jepang Setop Dukung Taiwan, Ungkit Dosa Era Perang Dunia II
- Menlu China Tolak Usulan Trump soal Gaza
- Thong Guan Industries Bhd asal Malaysia Resmi Berinvestasi di KIT Batang, Jawa Tengah
- Awas, Pemegang Kripto Harus Waspada pada Perang Dagang AS vs China