Waduh, Database 2 Lembaga Terindikasi Dijual di Forum ini

Data ini sangat berbahaya karena predator daring bisa menarget dari data-data yang ada di sini.
Dikatakan pula bahwa data yang ada merupakan data yang sangat sensitif untuk disalahgunakan di internet, seperti penipuan daring (online) yang belakangan ini kerap terjadi.
Data lain yang dijual yakni database Bank Jatim, dijual oleh akun dengan username bl4ckt0r dengan harga USD 250.000.
Pelaku menyebut data sebesar 378 gigabita berisi 259 database yang berisi data sensitif, seperti data nasabah, data karyawan, data keuangan pribadi dan masih banyak lagi.
"Tentu ini menjadi perhatian serius pemerintah. Perlu dilakukan forensik digital untuk mengetahui celah keamanan mana yang dipakai untuk menerobos apakah dari sisi SQL (Structured Query Language) sehingga diekspos SQL Injection atau ada celah keamanan lain," katanya.
Menurut Pratama, sebaiknya penguatan sistem dan sumber daya manusia harus ditingkatkan, adopsi teknologi utamanya untuk pengamanan data juga perlu dilakukan.
Indonesia masih dianggap rawan peretasan karena kesadaran keamanan siber masih rendah.
Namun, lanjut Pratama, yang terpenting dibutuhkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang isinya tegas dan ketat seperti di Eropa.
Database dua lembaga ini terindikasi dijual di sebuah forum tempat pengumpul data hasil kebocoran database.
- AKBP Fajar Cabuli 3 Anak di Bawah Umur, Ada Korban Lain?
- Perilaku Seksual Tak Lazim Kapolres Ngada AKBP Fajar Dikecam
- KPK Keluarkan SPI Kementerian dan Pemda, Siapa yang Terbaik?
- Uhamka Masuk Daftar Universitas Terbaik Asia versi QS AUR 2025
- Puluhan Perusahaan Raih Top Human Capital Awards 2024
- 5 Berita Terpopuler: Menteri Ikut Bicara soal Kasus Guru Honorer Supriyani, KPAI juga Bergerak, Persaingan Keras