Waduh, PNS Tertangkap Bawa Motor Curian

Hoiri juga mengaku tidak tahu bahwa motor yang hendak diambil di Surabaya itu merupakan hasil curian.
Bukan hanya itu. Hoiri juga beralasan tidak tahu pasti motor tersebut akan dijual ke mana.
Dia hanya dijanjikan upah Rp 300 ribu untuk mengambil kendaraan itu dari Surabaya ke Sampang.
Meski begitu, polisi tidak percaya begitu saja dan masih mengembangkan kasus tersebut.
Hoiri yang juga berprofesi sebagai guru SD di Sampang itu ditengarai memang terlibat jaringan pencurian motor.
Sementara itu, Sakdi dan Hamid kini masuk daftar pencarian orang. ''Iya status Hoiri PNS guru SD. Kalau ditanya apakah terlibat jaringan pencurian bermotor, ya biasa.
Hoiri mengaku tidak tahu dan baru sekali beraksi. Namun, kami akan terus kembangkan kasus ini,'' tegas Syaifudin.
Dugaan sementara, Hoiri memang berperan mengambil kendaraan dari Surabaya menuju ke Madura.
Setidaknya ada dua korban yang melapor polisi karena kehilangan sepeda motor dalam sehari.
- Kurir di Palembang Jadi Korban Curanmor, 138 Paket Ikut Raib
- Menganggur & Banyak Utang, Eks Karyawan Bank di Palembang Pilih Mencuri Mobil
- Pelaku Curanmor Beraksi di Parkiran Rumah Sakit, Begini Modusnya
- Residivis Sekaligus Spesialis Curanmor di Musi Rawas Ditangkap
- Residivis Kembali Berulah Curi Motor Warga, Dibekuk Polisi, Rekannya Masuk DPO
- Buronan Kasus Curanmor Digulung di Labuan Bajo, Bravo, Pak Polisi