Waduh, Turis Amerika Terancam Dipenjara Tulis Review Buruk soal Hotel Thailand

"Jangan tidur di sini! Jangan dukung perbudakan modern orang Thailand! Karyawannya tidak ramah karena manajamen mereka. Warga asing memperlakukan mereka seperti budak," bunyi sepotong ulasannya.
Warga Amerika yang tinggal di Thailand tersebut sempat ditahan dan didakwa dengan tuduhan pencemaran nama baik bulan lalu.
Ia pun sempat menghabiskan dua malam di penjara sebelum dibebaskan dengan persyaratan.
"Saya ditangkap hari Jumat, tanggal 18 September oleh polisi imigrasi di tempat kerja saya. Menakutkan," ujar Wesley.
Di penjara, ia mengatakan bertemu dengan seorang pria Swedia yang menikam seorang pria sebanyak 16 kali di 'Koh Chang Island' dan mengaku ketakutan.
"Saya harus membayar 100.000 baht [Rp47 juta] agar bisa dibebaskan."
Wesley kehilangan pekerjaannya setelah ditahan dan mengaku khawatir dikirim kembali ke penjara.
Komentarnya sangat merusak di masa sulit
Dalam pernyataan kepada ABC, resor tersebut mengatakan telah berusaha "menyelesaikan sengketa ini secara damai" dengan menelepon, mengirim pesan dan email kepada Wesley, namun tidak direspon sampai ia ditahan.
Wisatawan Amerika Wesley Barnes yang mengirim komentar buruk tentang sebuah resor pantai di Thailand kemungkinan dipenjara selama dua tahun, jika ditemukan bersalah berdasarkan undang-undang pencemaran nama baik
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi