Wagub Jateng Datang ke Wadas, Langsung Cari Akar Masalah, Dialog dengan Warga

Menurut Taj yasin, akar masalah sejak awal adalah persoalan komunikasi. Bagi dia, apabila komunikasi dibangun secara baik dan transparan sejak awal, maka tidak akan menimbulkan masalah besar.
"Saya lihat tadi komunikasi yang salah, ayo kita perbaiki bersama. Minimal kalau ada masalah rembukan harus jelas dari awal, saya sampaikan supaya tahu semua. Namanya jual beli, harus tahu harganya yang dibeli berapa, kelanjutannya bagaimana', harusnya begitu," terang Taj Yasin diamini warga serentak.
Sebelumnya, Gus Fuad menyampaikan kronologi peristiwa dan penolakan sebagian warga terkait penambangan kuari Wadas untuk pembangunan Bendungan Bener.
Menurutnya, tidak ada transparansi dan sosialisasi sejak awal dari pihak aparatur desa.
Hal itu terus berlanjut sampai warga mencari tahu sendiri kejelasan rencana penambangan di Wadas.
"Warga resah, mau menanam juga tidak tenang. Akhirnya para sepuh mengirimkan surat ke kepala desa tetapi tidak ada balasan," kata Gus Fuad.
Dia mempertanyakan mengenai posisi Wadas yang dipakai sebagai situs penambangan padahal, secara lokasi, terpisah dari Bendungan Bener.
Dia juga menyoroti soal appraisal pembebasan lahan yang dirasa tidak semestinya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen juga mengunjungi desa tersebut di sela kunjungan kerjanya untuk mendengarkan keluhan warga terkait polemik di Wadas.
- Taj Yasin: Menu MBG di Jateng Diapresiasi Wapres Gibran
- Megawati Anggap Ganjar Sudah Benar Bersikap Tolak Kedatangan Israel ke Indonesia
- Prabowo Usul Pemilihan Kepala Daerah Kembali ke DPRD, Ganjar: Ojo Kesusu
- Ganjar Bilang Begini soal Kemenangan Pram-Doel di Jakarta
- Pram-Rano Menang di Pilkada Jakarta 2024, Ganjar Pranowo Bilang Begini
- Jadi Ketum KAGAMA, Basuki Hadimuljono Berkomitmen Lanjutkan Program Ganjar Pranowo