Wahyu Aditya,Pemimpin Kantor Kementerian Desain Republik Indonesia
Tak Ingin Omong Doang, Gerakkan Aktivis Militan di Berbagai Negara
Jumat, 27 Agustus 2010 – 07:07 WIB

Wahyu Aditya. Foto : Ridlwan/Jawa Pos
Adit memang senang iseng sejak SD. Pria berkacamata yang sangat mengidolakan tokoh pelukis Tino Sidin itu pernah membuat majalah sendiri yang diberi titel Sinoe. Isinya berbagai cerita rekaan Adit seperti komik Doracemot, kisah Cinderlela, jadwal acara televisi, dan bahkan dilengkapi dengan berbagai kuis berhadiah ala majalah umum. Kecintaannya itu berlanjut ketika dia duduk di bangku sekolah menengah. Adit sering mendesain kaus di sekolahnya. Selepas SMA, dia melanjutkan kuliah di jurusan multimedia di KvB Institute of Technology Sydney, Australia.
Pulang dari Negeri Kangguru dan lulus dengan menyabet predikat cum laude, Adit bergabung Trans TV sebagai creative designer dan animator. Tapi, Adit merasa belum puas. Dia merasa prihatin karena maraknya film animasi impor yang menyerbu Indonesia. Hal itu terjadi tak lain karena terbatasnya profesi animator Indonesia. Selain itu, ada kalanya beberapa teknik yang dilakukan di industri tidak sinkron dengan pengajaran di kampus.
Setelah dua tahun bekerja di TV, untuk mengurangi keresahan yang dirasakan, Adit berinisiatif membuat sebuah pusat pelatihan yang bisa membantu munculnya animator-animator di Indonesia. Berbekal uang pinjaman dari bank melalui sertifikat tanah orang tuanya Rp 400 juta, dia nekat menyewa sebuah ruko tiga lantai di bilangan Tebet Raya, Jakarta. Pada 8 April 2004, Adit meresmikan HelloMotion Academy, salah satu mimpinya.
Kini, enam tahun berjalan, alumni HelloMotion menembus 1.100 orang. Kursus digelar praktis dan singkat, hanya berkisar dua hingga tiga bulan per level. Pesertanya variatif, mulai anak SD, mahasiswa, pegawai bank, hingga PNS. "Banyak yang merasa dunia animasi itu panggilan hati. Salah satu buktinya, ada karyawan bank yang keluar dari pekerjaannya setelah ikut kursus. Dia kemudian memilih menjadi aniomator," katanya.
Dengan mengelola sebuah departemen di dunia maya, Wahyu Aditya mengobarkan nasionalisme baru yang digandrungi ribuan anak muda. Pendiri HelloMotion
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara