Wahyu Setiawan Dijerat KPK, KPU Siapkan Dokumen Proses PAW
jpnn.com, JAKARTA - KPK menetapkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan sebagai tersangka penerima suap proses PAW (pergantian antar-waktu) anggota DPR RI Fraksi PDI-P yang meninggal dunia Nazaruddin Kiemas.
Menyikapi kasus tesebut, KPU akan menyiapkan dokumen penjelasan seluruh kronologi dari perkara pergantian antar waktu yang menyeret salah satu komisionernya ke dalam korupsi.
"Saya juga minta dibuatkan kronologisnya. Sebetulnya rangkaian yang kita keluarkan untuk perkara terkait itu apa saja. Mulai dari penetapan hasil pemilunya," kata Ketua KPU Arief Budiman di Jakarta, Jumat (10/1).
Dokumen itu, lanjut Arief, menjelaskan tentang penetapan calon yang terpilih dan adanya pengajuan keberatan atau uji materi.
"Sampai dengan berapa kali surat masuk (permohonan pergantian antar waktu) ke kami, berapa kali kami jawab. Sampai dengan yang terakhir kami kirimkan tanggal 7 kemarin, jadi itu juga sedang disiapkan," katanya.
Arief mengatakan, jika dokumen itu sewaktu-waktu dibutuhkan untuk kepentingan tertentu maka bisa langsung dipergunakan karena sudah tersedia.
Selain menyiapkan dokumen kronologi kasus tersebut, KPU juga sedang menyiapkan laporan untuk diserahkan ke Presiden, DPR dan DKPP.
Pada Rabu 8 Januari 2020, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap salah seorang komisioner Komisi Pemilihan Umum RI yaitu Wahyu Setiawan.
Kasus Wahyu Setiawan, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan pihaknya menyiapkan dokumen proses PAW anggota DPR.
- KPU: Tingkat Partisipasi Pemilih di Pilgub Gorontalo Capai 79 Persen
- Saat Hakim MK Cecar KPU-Bawaslu terkait Tuduhan Tanda Tangan Palsu di Pilgub Sulsel
- Tutup Mata atas Aduan Ribka Tjiptaning, Sejumlah Komisioner KPU Jabar Diperingatkan DKPP
- Diperiksa, eks Ketua KPU Sebut Penyidik KPK Tanyakan Hal yang Sama Seperti 5 Tahun Lalu
- Komisi II Bakal Undang Mendagri-KPU Bahas Opsi Pelantikan Kepala Daerah Terpilih
- KPK Periksa Eks Ketua KPU hingga Plt Dirjen Imigrasi