Wajib Unas, Siswa Sekolah Internasional tak Perlu Risau
jpnn.com - DEPOK – Mulai tahun ini seluruh sekolah tanpa terkecuali harus melaksanakan ujian nasional (unas). Termasuk di sekolah-sekolah internasional atau disebut satuan pendidikan kerjasama (SPK). Tahun ini ada sekitar 350 unit SPK jenjang SMP dan SMA yang bersiap menghadapi Unas 2016 April nanti.
Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Nizam menjelaskan tahun-tahun sebelumnya sejatinya sekolah internasional sudah wajib mengikuti unas. Khusus untuk siswa mereka yang berkebangsaan Indonesia.
’’Tapi meskipun sudah diwajibkan, ada SPK yang memilih ujian kesetaraan (ujian paket, red),’’ katanya di sela kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) Kemendikbud di Depok kemarin (22/2). Untuk sekolah internasional yang jenjang SD, mengambil ujian paket A, jenjang SMP (paket B), dan jenjang SMA (paket C).
Selain itu banyak sekolah internasional yang tidak bisa melaksanakan unas secara mandiri. Sehingga siswa warga pribumi yang ada di SPK dikirim ke sekolah lain untuk mengikuti unas resmi. Namun mulai tahun ini, Nizam mengatakan sekolah internasional selain wajib ikut unas juga boleh menyelenggarakan unas.
Guru besar fakultas teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta itu menuturkan, banyak sekali alasan sekolah internasional memilih ikut ujian kesehataran atau paket. Diantaranya karena standar kompetensi lulusan (SKL) di ujian kesetaraan tidak sebanyak di unas pada umumnya.
Menurut Nizam, banyak sedikitnya jumlah SKL berdampak pada tingkat kesukaran soal ujian. Semakin sedikit jumlah SKL, maka soal ujian yang tersaji tidak terlalu sukar. Sebaliknya jika jumlah SKL-nya banyak, soal ujiannya semakin susah.
Pejabat yang hobi bersepeda di gunung Semeru itu, menjelaskan siswa di SPK yang tahun ini ikut unas tidak perlu risau. Baginya pelajaran yang ada di sekolah internasional maupun di sekolah nasional sama saja.
’’Teori fisika soal gravitasi di sekolah internasional sama dengan di sekolah nasional,’’ tandasnya. Yang penting mulai saat ini siswa WNI di sekolah internasional mulai bersiap jelang unas . (wan/sam/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Gibran Minta Sistem Zonasi PPDB Dihilangkan, Mendikdasmen: Masih Pengkajian
- Ganesha Operation Award 2024 Jadi Ajang Penghargaan Bagi Pengajar dan Alumni
- INSEAD Business School, Jadikan Kerja Sama FWD Group & BRI Life Sebagai Studi Kasus
- Direksi ASABRI Mengajar Para Mahasiswa Magister Universitas Pertahanan
- Pilih Hotel sebagai Fasilitas Kampus, CEO UIPM Beri Penjelasan Begini
- Eramet & KBF Berikan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia Timur, Ini Harapan Gubernur Sulut