Waketum Gerindra: Saya Minta Buruh Batalkan Rencana Aksi 30 April
.jpeg)
Arief mengatakan dengan ditundanya klaster ketenagakerjaan di dalam pembahasan omnibus law, maka bisa tertunda juga pengesahan klaster-klaster lainnya dalam RUU tersebut.
"Sebab, tidak mungkin klaster ketenagakerjaan disusulkan setelah UU omnibus law disahkan oleh DPR RI," ungkapnya.
Padahal, lanjut Arief, omnibus law itu sangat dibutuhkan untuk menciptakan perekonomian Indonesia yang lebih maju dan menarik iklim usaha serta investasi, yang akan menciptakan lapangan kerja.
Namun, Arief sebagai pimpinan buruh merasa senang mendengar pembahasan klaster ketenagakerjaan dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja itu ditunda.
"Ini menunjukkan Kangmas Joko Widodo dan Mbak Puan Maharani benar-benar pemimpin yang mau mendengarkan rakyat," pungkasnya. (boy/jpnn)
Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono mengaku sudah meminta buruh membatalkan rencana aksi demo 30 April.
Redaktur & Reporter : Boy
- X SMILE, Dari Pekerja Serabutan Menjadi Bintang Musik Digital
- Melepas Peserta Mudik Gratis, Wamenaker Dorong Pekerja Jaga Semangat dan Produktivitas
- Hak Buruh Sritex Terabaikan, Arief Poyuono Ingatkan Prabowo Jangan Seperti Jokowi
- Marak PHK, Wamenaker: Masih Banyak Lapangan Kerja
- Upaya Mbak RY Bunuh Diri di Jembatan Digagalkan
- Buntut Pilkada Kukar Harus Diulang, Arief Puyuono Minta DKPP Pecat Seluruh Anggota KPU