Waketum PAN Membeberkan Alasan Setuju Ambang Batas Pencalonan Presiden Nol Persen

Eddy menyatakan hal itu menjawab pertanyaan dari Dr Sri Budi Eko Wardani, M.Si yang menjadi salah satu penguji dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor tersebut.
"Terkait parliamentary threshold posisi Pak Eddy bagaimana? Kalau saya (mendukung) nol persen," kata Sri.
Dia menilai kebijakan parliamentary threshold sebesar empat persen tergolong tinggi sehingga dapat berdampak pada pragmatisme partai politik di tanah air.
"Jadi, partai dipaksa untuk mengejar empat persen kemudian akhirnya menjadi vote seeking tadi, menjadi tidak punya jati diri, dia harus mengejar parliamentary threshold masuk DPR," ucapnya.
Untuk itu Sri mencecar pandangan Eddy yang berada pada posisi sebagai seorang politikus sekaligus ilmuwan menyoal kebijakan parliamentary threshold tersebut.
"Tadi (menjawab) sebagai PAN, sekarang sebagai ilmuwan (bagaimana)?" tanya Sri.
"Kebetulan pandangan (penurunan parliamentary threshold) tersebut saya sampaikan kepada ketua umum saya," kata Eddy.
Dalam ujian terbuka yang berlangsung di Ruang Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI itu, Eddy mempresentasikan disertasinya yang berjudul 'Transformasi Perubahan Partai di Indonesia: Studi Kasus Partai Amanat Nasional Periode 2016-2022'.
Waketum PAN Eddy Soeparno membeberkan alasan setuju ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold nol persen.
- Versi Pimpinan MPR Silaturahmi Putra Prabowo kepada Megawati Bikin Politik Jadi Teduh
- Waka MPR Sebut Inisiatif Putra Prabowo Temui Megawati Meneduhkan Dinamika Politik
- Waka MPR Eddy Soeparno Tekankan Transisi Harus Menguatkan Ketahanan Energi Nasional
- Terima Aspirasi IOJI, Wakil Ketua MPR Komitmen Perjuangkan Konstitusi Pro Lingkungan
- Waka MPR dan Dirut BEI Bahas Penguatan Regulasi Perdagangan Karbon di Indonesia
- Terima Kunjungan 2 Pimpinan Perusahaan Migas Kelas Dunia, Eddy Soeparno Bilang Begini