Wakil Ketua MPR Mahyudin: Jangan Bermusuhan Karena Beda Pilihan

"Jokowi bertemu dengan Prabowo di istana peluk-pelukan, cipika cipiki. Bapak ibu yang berkelahi di lapangan. Bodoh namanya itu," ujar Mahyudin.
Jika masyarakat akar rumput berkelahi, sambung Mahyudin, semua akan rugi. Untuk itu Mahyudin meminta meski pilihan berbeda tapi tidak menimbulkan permusuhan.
"Karena kalau bapak ibu tidak punya duit, pinjamnya sama tetangga. Jangan gara-gara beda pilihan dalam pilpres kita bermusuhan. Yang senang Jokowi pilih Jokowi. Yang senang Prabowo pilih Prabowo," sambungnya. B
agi Mahyudin, terpenting adalah warga menggunakan hak pilihnya dan tidak golput.
"Usahakan jangan golput. Kita datang ke TPS memilih pemimpin kita. Siapa pun yang terpilih mudah-mudahan membawa Indonesia lebih baik di masa yang akan datang," ujar Mahyudin.
Indonesia yang lebih baik di masa depan adalah Indonesia yang sejahtera dan warganya cerdas.
"Memberantas kemiskinan dan kebodohan. Itulah yang harus kita selesaikan. Kita ingin semua orang Indonesia sejahtera dan pintar. Jadi kita butuh alat pemersatu. Empat Pilar MPR adalah alat pemersatu bangsa," tutur Mahyudin. (adv/jpnn)
Wakil Ketua MPR Mahyudin mengingatkan masyarakat untuk menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2019.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- 3 Juta Lulusan SMA/SMK Menganggur, Waka MPR: Berbagai Langkah Harus Segera Diambil
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif
- Waka MPR Sebut Inisiatif Putra Prabowo Temui Megawati Meneduhkan Dinamika Politik
- Johan Rosihan PKS: Idulfitri jadi Momentum Membangun Negeri dengan Akhlak