Wali Kota Jakut Dikaitkan dengan Kursi Kabinet

jpnn.com - JAKARTA - Kehadiran Wali Kota Jakarta Utara (Jakut) Heru Budi Hartono dalam pertemuan antara presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dengan Menteri Luar Negeri Sri Lanka, GL Peirin menimbulkan pertanyaan. Pasalnya, pertemuan tersebut tidak berkaitan sama sekali dengan urusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Terkait kehadirannya, Heru beralasan karena diminta Jokowi untuk mendampingi. Pasalnya, selain menjabat sebagai wali kota, Heru juga plt Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Saya diajak, selaku Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri," ujar Heru singkat usai pertemuan di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/12).
Namun Heru sendiri mengakui, pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan program Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, hal-hal yang dibahas lebih berkaitan dengan kerjasama bilateral antar negara.
Saat ditanya apakah dirinya tengah diseleksi untuk mengisi salah satu pos di kabinet Jokowi kelak, Heru dengan cepat membantah. Ia mengaku tidak pernah diajak berbicara mengenai masalah kabinet oleh Jokowi.
"Gak ada, gak ada pembicaraan soal itu. Kalau saya sih maunya jadi presiden, tapi sudah di ambil," candanya. (dil/jpnn)
JAKARTA - Kehadiran Wali Kota Jakarta Utara (Jakut) Heru Budi Hartono dalam pertemuan antara presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dengan Menteri
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Vaksinasi Influenza untuk Ibu Hamil Penting, Begini Penjelasannya
- Unicharm dan DLHK Kabupaten Karawang Edukasi Pemilahan Sampah di Sekolah Dasar
- Duka Mendalam Organisasi GIM untuk Kepergian Mantan Wakapolri Syafruddin
- Top Management Krakatau Steel Group Gelar Pelatihan Kepemimpinan Bersama Unhan
- PAM Jaya Ingatkan Pentingnya Perawatan Rutin Tandon Air
- Menjelang Ramadan, PT TRPN Membagikan 400 Paket Sembako ke Warga