Warga Australia Geram Melihat Video yang Diputar di Kuta Saat Peringati Bom Bali

Umar Patek saat ini sedang menunggu pembebasan bersyarat dari penjara setelah menjalani setengah dari hukuman 20 tahun.
Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengecam keputusan untuk mengurangi hukuman Umar Patek, setelah ia hanya menjalani 10 tahun di penjara.
"Ini bukan tempat yang tepat untuk Umar Patek," kata Jan.
"Dia teroris, dia harus tetap di penjara."
"Dia seharusnya tidak ditampilkan di video peringatan 20 tahun."
Tidak jelas siapa yang memutuskan untuk memutar video di tempat yang seharusnya jadi upacara peringatan tragedi yang mematikan tersebut.
Pihak Indonesia belum mengomentari reaksi warga Australia terhadap video yang diputar di tugu peringatan tersebut.
Diproduksi oleh Erwin Renaldi dari laporan ABC News
Video rekaman ledakan di Sari Club yang diputar saat peringatan 20 tahun bom Bali di Kuta membuat warga Australia marah
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang
- 'Jangan Takut': Konsolidasi Masyarakat Sipil Setelah Teror pada Tempo
- Dunia Hari Ini: Amerika Serikat Krisis Telur, Sampai Terpaksa Impor
- Pemerintah Australia Umumkan Anggaran Baru, Ada Kaitannya dengan Migrasi