Warga Australia Harus Angkat Bicara soal Rasisme


Juru bicara Kepolisian Tasmania mengatakan ada tiga kejadian rasisme di bulan Maret, dengan dua di antaranya adalah penyerangan.
Salah satunya adalah kejadian yang dialami oleh seorang mahasiswa Hong Kong di Hobart yang diejek dan wajahnya ditinju karena mengenakan masker rumah sakit di supermarket.
External Link: @JayChiew88: "Your **** government made the virus and is responsible!" shouted a stranger. "I'm not from Tiongkok," replied me
"Kami mengajak semua anggota masyarakat untuk sadar dan peka terhadap orang di sekitar kita, terutama di tengah keadaan darurat seperti ini."
Di New South Wales, pihak kepolisian telah mendakwa seorang pria berusia 55 tahun yang ditemukan menyerang dan mengancam orang-orang di konsulat Tiongkok di Sydney dengan cambuk.
Sedangkan di Victoria, dua orang mahasiswi internasional yang sedang berjalan kaki di kota Melbourne diserang karena rasisme, sementara rumah sebuah keluarga warga Australia keturunan Tiongkok di daerah Knoxfield disemprot grafiti bertuliskan 'COVID-19 Tiongkok die'.
Juru bicara Kepolisian Victoria mengatakan pihaknya menangani segala tindakan rasisme dan diskriminasi atas dasar agama, kebudayaan, atau etnis, dengan sangat serius.
Pemerintah Australia meminta warganya untuk melapor tindakan rasis bila menyaksikan dan tidak melakukan tindak kekerasan kepada warga keturunan Tiongkok
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana