Warga Australia Ramai-Ramai Ulurkan Tangan Jadi Sponsor Pengungsi Afghanistan

"Kami ingin meyakinkan pemerintah tentang aspek yang sangat bermanfaat dari sponsor komunitas bagi pengungsi," katanya.
Sistem sponsor komunitas telah direkomendasikan
Pada tahun 2019, sebuah komisi penyelidikan pemerintah federal terhadap program pengungsi Australia merekomendasikan agar program visa yang disponsori komunitas seperti ini dibentuk untuk menambah jumlah pengungsi.
"Selain Program Kemanusiaan saat ini, pemerintah Persemakmuran harus memperkenalkan tiga jalur visa permanen yang saling melengkapi untuk pengungsi, berdasarkan model pembiayaaan bersama," demikian rekomendasi dari komisi ini.
Sebuah Program Dukungan Masyarakat sudah dijalankan di bawah skema pengungsi Pemerintah Federal, namun mereka yang dimukimkan kembali di bawah skema ini adalah bagian dari kuota tahunan jumlah pengungsi.
Menurut Lisa Button daya tarik dari model sponsor yang dijalankan organisasinya adalah lebih banyak orang dapat diterima di Australia sebagai pengungsi.
"Pemerintah sudah melakukannya. Mereka tahu kasus untuk program semacam ini dan semua manfaat yang diperolehnya," katanya.
"Kami telah menulis surat kepada Menteri Imigrasi agar pemerintah mempertimbangkan rencana penerimaan jalur cepat dalam konteks krisis di Afghanistan," jelasnya.
Menteri Imigrasi Australia, Alex Hawke mengatakan sedang mempertimbangkan laporan dari Commonwealth Coordinator-General for Migrant Services, yang sedang mempelajari kemungkinan itu sehubungan kriris yang terjadi di Afghanistan saat ini.
Sejumlah warga Australia mengulurkan tangan untuk membantu warga Afghanistan yang melarikan diri saat negara itu kembali dikuasai oleh Taliban.
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia