Warga Australia Terancam Hidup Tanpa Layanan Google Search

UU ini akan memaksa raksasa teknologi tersebut membayar perusahaan media lokal untuk menyediakan konten mereka dalam pencarian di internet atau bila konten mereka dibagikan di jejaring sosial.
Hal itu, menurut Google, akan "menghancurkan layanan gratis dan terbuka yang dibangun untuk melayani semua orang".
Dengan ultimatum yang diumumkan Google minggu lalu, Perdana Menteri Australia, Scott Morrison menegaskan, "kami tidak menanggapi ancaman."

Bila Google menghentikan layanan mesin pencari, maka pengguna internet di Australia harus mencari cara lain untuk menemukan restoran tertentu atau untuk menyelesaikan tugas sekolah.
"Google telah menjadi internet itu sendiri. Artinya, kami masuk ke halaman website apa saja melalui halaman Google, bukan dengan mengetikkan alamat URL website bersangkutan," kata Peter dari Center for Responsible Technology.
"Tapi jika mereka menghapus pencarian di Australia, apakah mereka masih mempertahankan layanan Google Maps? Apakah mereka akan melanjutkan Gmail dan Google Docs?" ujarnya.
Apakah sudah pernah terjadi?
Kita belum pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya.
Bagi kebanyakan warga yang hidup di Australia, Google sudah identik dengan internet itu sendiri
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Google Membocorkan Spesifikasi Pixel 9a, Catat Tanggal Peluncurannya
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana