Warga di Sepanjang Selat Sunda Diminta Jauhi Wilayah Pantai

Terperangkap ombak
Tati Hayati sedang menikmati malam yang menyenangkan bersama 10 orang lainnya ketika bencana itu melanda.
"Tidak ada tanda-tanda tsunami ketika kami berada di pantai. Laut tidak surut," kata Tati.
"Lautnya tenang dan cerah dengan bulan purnama."
Ketika ia melihat gelombang tinggi yang bergerak cepat meluncur menuju pantai, ia berlari ke mobilnya dan berhasil masuk ke dalam.
Tapi ia tak bisa berlari lebih cepat.
Ia mengatakan, mobilnya dihantam oleh tiga gelombang, menerobos jendela belakang dan mengisi kendaraan itu dengan curahan air.
"Kami terkunci di dalam. Mobil itu bergoyang di tengah ombak dan kami pikir kami semua akan mati," kata Tati.
"Kami hampir tak bisa bernapas dan saya hampir menyerah ketika saya meraba-raba kunci di dalam air dan berhasil membuka pintu, dan air mulai surut."
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya