Warga Hui Bertahan, China Tunda Pembongkaran Masjid

Menurut pengamat China James Leibold dari La Trobe University, etnis Hui secara tradisional berperan sebagai "perantara" antara pemerintah dan kelompok minoritas Muslim lainnya.
"Mereka ini kelompok etnis yang sangat strategis dan penting," jelasnya.
Di saat umat Islam etnis Uighur yang tinggal di Xinjiang (China Barat) menghadapi tekanan dalam beberapa tahun terakhir, etnis Hui umumnya luput dari perhatian.
Namun meningkatnya kecurigaan terhadap agama asing di China - khususnya Islam dan Kristen - membuat sikap terhadap etnis Hui menjadi bergeser.
"Islam dipandang sebagai agama yang cenderung ke tindakan fanatik dan kekerasan politik," kata Dr Leibold.
"China menyaksikan hal itu di Xinjiang awal 2012. Baru-baru ini terjadi penusukan massal di stasiun kereta api Kunming," jelasnya.
"Seperti yang mereka lakukan di Xinjiang, reaksi pemerintah terlalu berlebihan, terkadang malah memperburuk masalah," tambahnya.
Awal bulan ini, ribuan peti mati dihancurkan pihak berwenang yang menerapkan penghapusan penguburan jenazah di tanah, karena keterbatasan lahan.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana