Warga Indonesia di Australia Tak Sabar Kunjugi Keluarganya, Tetapi Masih Ada Ketidakpastian

"Banyak dari persyaratan ini bisa berubah dengan cepat karena situasi COVID-19.
Banyak yang perlu dipertimbangkan
Angie Roberts, juga asal Indonesia mengatakan dia masih ragu-ragu untuk membeli tiket pesawat ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk mengunjungi keluarganya.
"Bila kembali ke Indonesia, sebenernya saya tidak terlalu khawatir. Kakak perempuan saya dokter sehingga layanan kesehatan lebih mudah saya dapatkan bila diperlukan, dan sekarang kasus di Sulawesi Selatan [yang tercatat] lebih rendah dibandingkan di negara bagian Victoria," katanya.
"Saya sebenarnya lebih khawatir karena keadaan di Australia dibandingkan di Indonesia."
Menurut Angie kekhawatiran utamanya berkaitan dengan biaya yang harus ia keluarkan, termasuk untuk biaya tes antigen atau PCR di Australia dan Indonesia, serta keharusan menjalani karantina di Indonesia.
Masalah lain yang juga jadi perhatiannya adalah aktivitas Gunung Agung di Bali, yang jika meletus bisa menunda penerbangan.
Ia mengatakan jika itu terjadi maka dirinya bisa semakin lama berada di Indonesia dan harus lebih banyak melakukan tes COVID-19.
"Kami memiliki asuransi perjalanan, tapi saya tidak tahu selama pandemi ini bagaimana peraturan mengenai asuransi," kata Angie lagi.
Banyak warga asal Indonesia di Australia masih ragu untuk memesan tiket ke Tanah Air karena sejumlah alasan
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi