Warga Indonesia di Australia Tak Sabar Kunjugi Keluarganya, Tetapi Masih Ada Ketidakpastian

Angie terakhir kali pulang ke Indonesia pada bulan Januari 2020 dan kemungkinan besar dia akan kembali ke Indonesia lagi dalam waktu dekat ini.
"Sudah cukup lama, hampir dua tahun [terakhir ke Indonesia]. Biasanya tidak pernah lebih dari setahun," katanya.
"Ibu saya umurnya hampir 80 tahun dan saya punya saudara laki-laki dan perempuan, semua di sana.
"Jadi penting sekali saya pulang untuk bertemu dengan mereka."
Perlunya mencari informasi sebanyak-banyaknya
Epidemiolog Mike Toole dari Burnet Institute mengatakan penting sekali bagi mereka yang hendak melakukan perjalanan untuk mencari berbagai informasi sebelum memutuskan untuk pergi ke luar negeri atau tidak.
Professor Toole mengatakan jumlah kasus aktif COVID-19 bervariasi dari satu negara ke negara lain, sehingga syarat masuk ke tiap negara-negara pun berbeda-beda.
"Jadi mereka perlu mengecek dengan teliti apa persyaratan untuk masuk ke sebuah negara," ujar Profesor Toole.
"Menurut saya ketika mereka berada di negara itu, mereka harus melakukan langkah pencegahan penularan yang biasanya mereka lakukan di Australia," katanya.
Banyak warga asal Indonesia di Australia masih ragu untuk memesan tiket ke Tanah Air karena sejumlah alasan
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi