Warga Indonesia di Melbourne Perlu Mewaspadai Ancaman Badai Asma

Putri selama dua tahun terakhir kerap kali membuat unggahan di grup komunitas warga Indonesia di Facebook bernama Indomelb menjelaskan dan memberikan peringatan mengenai kemungkinan adanya badai asma tersebut.
Dalam percakapan dengan wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya, Putri mengatakan dari 3.500 orang yang membutuhkan pertolongan di tahun 2016, sebagian besar diantaranya adalah warga keturunan Asia Tenggara dan India.
"Dari jurnal yang saya baca, ada sekitar 1.500 orang yang dihubungi untuk diketahui identitas mereka dan setelah mereka yang berasal dari Eropa (Kaukasia), kelompok kedua terbesar adalah asal Asia Tenggara dan India," kata Putri.
Tidak ada rincian mengenai mengapa yang mengalami serangan asma di Badai Asma tahun 2016 berasal dari Asia, namun diperkirakan faktor lingkungan dan keturunan berperan di dalamnya.

Bagaimana badai asma terjadi?
Di negeri empat musim seperti Australia, tanaman termasuk rumput akan tumbuh dan bermekaran di musim semi, karena cuaca yang lebih hangat.
Di saat seperti inilah, serbuk-serbuk dari tanaman semakin banyak di udara.
Bagi sebagian orang, serbuk itu bisa masuk ke dalam sistem saluran pernapasan dan menimbulkan alergi, kondisi yang disebut 'hay fever'.
Warga keturunan Asia, termasuk asal Indonesia, perlu waspada kemungkinan dampak kesehatan karena adanya badai asma di Australia
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi