Warga Indonesia Memilih Hadapi Pandemi Corona dengan Semangat Gotong Royong

Meski sampai saat ini ide sederhananya sudah bisa memproduksi 5.400 baju hazmat berbekal donasi, Budhi merasa apa yang dilakukannya belum seberapa.
"Dibandingkan dengan jumlah kebutuhan paramedis se-Indonesia yang sangat besar, apa yang kita lakukan kecil sekali."
Ia mengaku tidak tahu sampai kapan bantuan akan bertahan, tapi ini membuatnya harus mengambil strategi "pelan-pelan" dalam melakukannya.
"Karena jangan-jangan nanti sudah lewat Mei dan Juni, belum selesai [pandemi corona] juga, paramedis sudah kehabisan APD dan kita sudah nggak bisa bantu," tuturnya kepada wartawan ABC, Hellena Souisa.
Dari 'sarapan gratis' sampai 'paket tetap sehat'
Di ibukota Jakarta, salah satu warganya, Claudia Lengkey memilih berbagi dengan orang-orang di sekitar tempat tinggalnya di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Claudia bahkan mengaku sudah melakukan bagi-bagi makanan sebelum pandemi corona, setelah melihat kesenjangan di kawasan tempat tinggalnya yang dikenal sebagai "kawasan mentereng".
"Di depan rumah saya banyak sekali lewat pemulung, pedangan asongan, pokoknya banyak banget yang saya lihat dan rasanya jadi kayak langit dan bumi," kata Claudia.
Gotong royong, salah satu identitas budaya bangsa Indonesia, telah membuktikan sebagai modal bersama dalam menghadapi pandemi virus corona
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Gempa Myanmar, Indonesia Kirim Bantuan Tahap Tiga
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun