Warga Indonesia Memilih Hadapi Pandemi Corona dengan Semangat Gotong Royong

Bersama ibunya, Claudia kemudian memutuskan untuk menyediakan sarapan gratis (sartis), sejak akhir tahun lalu.
"Idenya memberi makan sarapan, supaya full energi sebelum bekerja," kata Claudia yang awalnya hanya menyediakan 20 porsi sarapan pagi gratis per minggu ini.

Inisiatif yang dibagikan melalui media sosialnya kemudian diminati sejumlah teman-temannya yang lain sehingga berkembang lebih besar.
Claudia kemudian bisa membagikan tidak kurang dari 80 porsi per minggu, bahkan kini bisa berbagi hingga tiga kali seminggu.
Lokasinya pun menjadi tiga titik, ditambah wilayah Kemang dan Manggarai, di luar pembagian keliling yang dilakukan Claudia.
Saat wabah corona, Claudia juga menerima berbagai kiriman donasi, hingga ia memutuskan untuk membagikan 'paket tetap sehat', berisi sabun, 'hand sanitizer', dan masker.

Gotong royong, salah satu identitas budaya bangsa Indonesia, telah membuktikan sebagai modal bersama dalam menghadapi pandemi virus corona
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Gempa Myanmar, Indonesia Kirim Bantuan Tahap Tiga
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun