Warga Indonesia Selamat dari Pembajak Somalia
Kamis, 08 Januari 2009 – 05:42 WIB

Warga Indonesia Selamat dari Pembajak Somalia
PARIS - Perompak Nigeria membebaskan kapal Prancis, The Bourbon Leda, beserta sembilan awak kapal kemarin (7/1). Pemilik kapal mengatakan, para kru dalam keadaan selamat. Hanya, pemilik kapal spesialis pengangkut minyak dan gas itu enggan berkomentar lebih banyak terkait proses pembebasan. Kapal Bourbon ditangkap perompak ketika melintasi laut negara bagian Akwa-Ibom setelah lepas dari Pulau Bonny, Nigeria. Para bajak laut itu mengaku nekat menyerang kapal-kapal pengangkut minyak asing karena merasa diperlakukan tak adil oleh negara. Sebagian rakyat sama sekali tak merasakan keuntungan dari hasil pengeboran minyak di negara tersebut. Para perompak itu diduga mempunyai kaitan dengan kalangan pemberontak.
Jadi, masih belum jelas apakah kapal tersebut bebas lantaran membayar sejumlah uang tebusan atas hanya lewat proses negosiasi biasa. ''Kapal the Bourbon Leda dan sembilan kru yang disandera di perairan Nigeria pada Sabtu dan Minggu telah dibebaskan. Kesembilan kru dalam keadaan selamat dan sehat,'' kata pemilik kapal dalam sebuah statemen resmi seperti dilansir Reuters.
Baca Juga:
Di antara sembilan awak kapal yang dibebaskan itu, seorang diketahui berkewarganegaraan Indonesia. Namun, dari berbagai laporan media internasional, tak diketahui identitas kru asal Indonesia itu. Sementara lima orang di antara delapan kru lainnya adalah warga Nigeria. Sisanya seorang warga Kamerun dan dua orang lagi berasal dari Ghana.
Baca Juga:
PARIS - Perompak Nigeria membebaskan kapal Prancis, The Bourbon Leda, beserta sembilan awak kapal kemarin (7/1). Pemilik kapal mengatakan, para kru
BERITA TERKAIT
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar