Warga Korut Diajarkan Mencintai Nuklir Sejak Dini
Selasa, 26 September 2017 – 10:54 WIB

Salah satu misil Korea Utara. Foto: reuters/kcna
Tidak ada antrean di tempat pengisian bahan bakar setelah sanksi baru yang dijatuhkan PBB. Padahal, Presiden AS Donald Trump pernah mencuit bahwa sanksi berupa pembatasan penjualan minyak ke Korut itu bisa menyebabkan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar.
”Korut bisa bergantung pada negara penghasil minyak yang menjadi sekutu mereka,” ujar Ri Gi-song, ekonom di Academy of Social Sciences, Korut. Contohnya Venezuela dan Iran.
Dengan kata lain, Pyongyang masih bisa menyiasati sanksi tersebut dan tetap mengembangkan program persenjataannya. (WSJ/TheAustralian/sha/c10/any)
Logo atom dan gambar roket bisa ditemukan di mana-mana
Redaktur & Reporter : Adil
BERITA TERKAIT
- Kim Jong Un Tegaskan Bakal Lebih Mengembangkan Kekuatan Nuklir Korut
- Korut Tegaskan Senjata Nuklir untuk Keperluan Tempur, Bukan Barang Tawar-Menawar
- Donald Trump Jadi Presiden Lagi, Kim Jong-un Pasti Sangat Happy
- Korsel Diguncang Skandal Politik, Korut Pamer Rudal Hipersonik
- Joe Biden Izinkan Ukraina Pakai Rudal Jarak Jauh AS untuk Serang Rusia
- Korut Pamer Rudal Balistik Anyar, Hulu Ledak Superbesar