Warga Kota Bekasi Protes Rencana BPTJ

“Itu biar tidak adanya kesenjangan sosial, bicara soal macet hampir semua daerah itu macet,” tegas dia.
Warga Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Bambang, pun menolak wacana BPTJ. Ia meminta agar BPTJ mengkaji lebih dalam rencana itu.
Sementara Warga Kayuringin, Iwan, lebih setuju jika BPTJ berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar menambah jalan.
“Buatkan jalan layang saja (flyover) atau jalan yang ada di perlebar, itu lebih efektif karena setiap hari kendaraan semakin bertambah,” katanya.
Soalnya, jika hanya mengenakan tarif hanya merugikan masyarakat. Menurutnya, rencana itu hanya memperkeruh kondisi jalan yang ada.
Sedangkan, Kepala BPTJ Bamabang Prihartono, saat di konfirmasi, mengatakan rencana itu dilakukan untuk meminimalkan penggunaan mobil pribadi dan mendorong warga menggunakan transportasi umum yang sudah disiapkan.
“Tapi ini kan baru rencana, ya. Nanti kami menggunakan sistem ERP (Electronic Road Pricing). Ini kan baru rencana,” kata Bambang.(kub/gob)
BPTJ berencana akan menerapkan tarif bagi semua kendaraan mobil pribadi yang akan masuk ke DKI Jakarta.
Redaktur & Reporter : Yessy
- GT Kalikangkung Mulai Padat, Catat Masa Berlaku Diskon Tarif Tol
- Hutama Karya Beri Diskon 20 Persen Untuk Tarif Tol Trans Sumatera, Cek di Sini
- Hore, Pemerintah Bakal Gratiskan Tarif Tol Periode Lebaran 2025
- Diskon Berakhir, Tarif Tol TERPEKA Kembali Normal
- Timpang, Tarif Tol Cibitung-Cilincing Dinilai Perlu Ditinjau Ulang
- Industri Logistik Minta Tarif Tol JTCC Dievaluasi, Ini Alasannya