Warga Malaysia Tepergok Kirim 535 Gram Sabu-Sabu

Dia difasilitasi bandar jaringan internasional dengan menaiki pesawat Air Asia QZ 321. Dia juga diberi uang jatah booking hotel Rp 4 juta.
''Untuk upah pengirimannya, kami belum tahu. Sebab, kami harus memanggil ahli bahasa. Sementara ini masih dikembangkan,'' ucapnya.
Berdasar hasil pemeriksaan sementara, Loong diketahui akan menginap di sebuah hotel di Surabaya. Setelah itu, bandar mengirimkan kurir lagi untuk menjemput paket haram tersebut ke kamar Loong.
Wisnu mengungkapkan, ciri-ciri paket serbuk laknat milik Loong mirip dengan yang dibawa tersangka Zulfadli Yusuf dan Endra Subekti.
Dua tersangka itu merupakan kurir jaringan Aceh yang disergap petugas BNNP di ruas tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) pada 18 November lalu.
Paket milik Loong, lanjut Wisnu, sudah dimampatkan ke dalam plastik dan divakum. Persis milik Yusuf dan Endra.
Yang membedakan hanya ukurannya. ''Punya Loong ini main di berat 250 gram. Kalau Yusuf-Endra itu 100 gram,'' katanya.
Pola permainan tersebut terbaca setelah BNNP mengevaluasi hasil tangkapan selama sebulan terakhir.
Kedatangan kurir narkoba asal Malaysia di Terminal 2 Bandara Juanda memang sudah diprediksi petugas.
- Bawa Narkoba Senilai Rp 15,1 Miliar, Kurir Ditangkap Seusai Ambil Tas Ransel di Terminal Pekanbaru
- Cuma Diberi Imbalan Rp 200 Ribu, Kurir Narkoba Dituntut Hukuman Mati
- Kurir 12 Kg Sabu-Sabu Kecelakaan di Tol
- Ada yang Kenal dengan 2 Pria Itu? Mereka Ditangkap Polres Musi Rawas
- Tangkap Kurir, Polres Pasangkayu Gagalkan Pengiriman 755 Gram Sabu-Sabu
- 2 Kurir 10 Kg Sabu-Sabu & 18 Ribu Butir Ekstasi Divonis Hukuman Mati