Warga Muda Korea Selatan Tidak Menghendaki Reunifikasi

Selatan menjadi negara dengan teknologi tinggi dan warganya hidup dalam suasana penuh persaingan, sementara Utara mandek dan semua direncanakan dari pusat.
Warga muda Korea Selatan melihat perbedaan yang begitu besar itu membuat reunifikasi tidak akan bisa berjalan mulus.
Seorang mahasiswa Tae-wan Kim mengatakan generasi muda tidaklah mau membayar biaya bagi perujukan kembali yang bisa mencapai puluhan miliar dolar.
"Generasi kami berpikir mengapa kami harus membayar miliaran dolar, ini bukan tugas kami. Kami sudah berjuang membuat perekonomian bagus, kami sudah berkorban, mengapa harus membuang semua itu." katanya.

"Saya kira mustahli untuk memperkecil jurang perbedaan. Korea Selatan adalah demokrasi, Korea Utara adalah komunis. Ada perbedaan 180 derajat."
Generasi muda mengatakan bahwa membanjirnya warga Korea Utara akan mengancam kesejahteraan Korea Selatan, dan mahasiswi S2 Kyeyu Kwak memperkirakan hakl itu bisa membuat persaingan lebih ketat untuk masuk ke universitas atau mencari pekerjaan.
"Warga Korea Utara pasti lebih susah untuk beradaptasi dengan budaya Korea Selatan, karena teknologi kami sudah berkembang begitu canggihnya, dan bahasa kami juga sudah sangat berbeda." katanya.
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya