Warga Sebut Pengajian yang Dihadiri Djarot Cuma Kedok
"Itu pengajian cuma kedok. Baru kali ini ada pengajian, biasanya enggak ada acara ginian (pengajian)," ucap Azizah.
Azizah mengaku warga yang berada dekat tempat tinggalnya tidak ada yang diundang untuk hadir mengikuti pengajian. "Kami warga Kramat Sentiong enggak setuju, saya enggak suka agama saya dihina," ujarnya.
Sementara, Ani selaku Koordinator RelaNU sekaligus panitia pengajian mengaku, acara itu rutin diadakan setiap hari Senin. Soal kehadiran Djarot, menurut dia, dadakan.
"Kami suka mengadakan pengajian, biasanya di Musala, tapi enggak muat. Kalau kehadiran Pak Djarot dadakan," ucap Ani.
Menurut Ani, warga tidak ada yang menolak. Bahkan, dia menambahkan, banyak warga yang hadir dalam pengajian itu.
"Warga sini enggak ada yang nolak, malah membludak yang datang lebih dari 600 orang. Itu mungkin yang RT 10, iya kali enggak suka," tutur Ani.
Dia membantah melakukan kampanye lewat pengajian. "Kami enggak ada bagi-bagi sembako. Pengajian kami setiap Senin," ungkap Ani. (gil/jpnn)
Aksi penolakan terjadi pada saat calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengikuti acara pengajian bulanan Majelis Taklim An Nisaa
Redaktur & Reporter : Gilang Sonar
- Kaesang Pakai Rompi Bertuliskan Anak Mulyono, Djarot PDIP Katakan Hal Ini, Jleb!
- Jokowi Reshuffle Kabinet, PDIP Soroti Ketidakhadiran Prabowo di Istana
- Grace Natalie Minta Pak Djarot Datang Sendiri, Hati-Hati
- Bobby Bakal Melawan Kotak Kosong di Pilkada Sumut? Djarot: Tergantung PDIP
- PDIP Isyaratkan Siap Hadapi Bobby: Biarkan Semut Melawan Gajah
- Soal Pemindahan IKN, Djarot: Sebelumnya Menyampaikan Sangat Siap, Ternyata Belum