Warga Sri Lanka Dihukum Karena Ancaman Bom Palsu di Melbourne

Seorang pria asal Sri Lanka Manodh Marks yang mengancam akan meledakkan bom dalam pesawat dari Melbourne ketika di bawah pengaruh obat telah dijatuhi hukuman penjara 12 tahun.
Manodh Marks menjadi orang pertama di Australia yang dijatuhi hukuman penjara dengan tuduhan berusaha mengambil alih penguasaan pesawat.
Pria berusia 25 tahun tersebut memaksa penerbangan MH128 Malaysia Airline yang sedang dalam perjalanan ke Kuala Lumpur untuk kembali ke Melbourne, setelah dia mengamibil speaker portable dan batere dari tasnya dan mengatakan itu adalah bom.
Pesawat MH128 yang berangkat tanggal 31 Mei 2017 ketika itu membawa lebih dari 220 penumpang.
"Saya membawa bom.. saya ingin berbicara dengan pilot." kata Mark kepada penumpang lain.
Ketika menjatuhkan hukuman, Hakim Pengadilan County Court, Michael McInerney mengatakan Mark masuk ke dalam ruang kapten (cockpit) dan mengatakan dia memiliki bom dan 'akan menghancurkan seluruh pesawat."
"Penumpang dan awak tidak saja khawatir namun yakin bahwa kamu memang memiliki bom.' kata hakim.
Pria asal Sri Lanka tersebut kemudian berhasil dilumpuhkan oleh penumpang lain, yang kemudian menggunakan kabel untuk mengikat tangannya dan kakinya, sampai pesawat mendarat kembali di Bandara Melbourne 15 menit kemudian.

- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya