Waskita Dorong Program Transformasi Melalui Inovasi Digitalisasi

jpnn.com, JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk. berkomitmen melakukan langkah-langkah perbaikan melalui transformasi bisnis perusahaan.
Perseroan telah mematakn pilar transformasi guna mencapai tujuan strategis ini dengan memprioritaskan peningkatan kinerja pendapatan dan margin perusahaan.
Kemudian, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, memperkuat kerangka Governance, Risk, and Compliance (GRC), Risk Maturity Index dan Digitalization.
SVP Corporate Secretary Perseroan Ermy Puspa Yunita mengatakan, perseroan melakukan pengembangan digitalisasi baik dari sisi operasional maupun proyek untuk mendukung proses bisnis yang efektif, efisien, dan transparan.
Waskita juga melakukan penguatan Tata Kelola IT dan inovasi terkait dengan Digital Construction dan melakukan penguatan monitoring internal dengan menggunakan aplikasi melalui Dashboard Management.
"Implementasi Dashboard Management ini terintegrasi dari seluruh kegiatan operasional yang dapat membantu Top Management dalam pengambilan keputusan-keputusan strategis,” jelas Ermy, dalam keterangannya, Jumat (31/5).
Dalam hal pengaturan pengelolaan keuangan dan akuntansi dilakukan penerapan digitalisasi meliputi penguatan System Analysis and Product in Data Processing (SAP) dan Enterprise Resource Planning (ERP).
Hal ini guna mendukung sentralisasi pembayaran dan penerapan pengendalian internal untuk proses pelaporan keuangan Internal Control over Financial Report (ICOFR).
Waskita konsisten mendorong program transformasi bisnis perusahaan melalui inovasi digitalisasi.
- Genap 54 Tahun, Askrindo Fokus Perkuat Bisnis dan Transformasi Digital
- PP Hima Persis Hadirkan Aplikasi Satind Sebagai Upaya Digitalisasi Organisasi
- Manfaatkan Digitalisasi, PLN IP Sukses Jaga Keandalan Pasokan Listrik Selama Libur Lebaran
- Anggota Dewan DIY Dorong Terwujudnya Regulasi Smart Province
- Civil Society For Police Watch Merilis Hasil Survei Tentang Urgensi Digitalisasi Kepolisian, Hasilnya?
- Akademisi Unas Jakarta: Digitalisasi Kepolisian Sulit Tercapai jika Hulunya Masih Kotor