Waspada, Dua Desa Mengalami Pergerakan Tanah

Berkaitan dengan bencana, lanjut Hidayat, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.
Ia meminta, untuk sejumlah titik yang rawan terhadap longsor juga agar segera bisa di relokasi. “Wilayah rawan longsor itu di Tanjungsari, Sukaharja. Kita juga sudah bersiap bersama Basnaz, PMI, mereka juga sudah stay di wilayah Cijeruk,” ucapnya.
BACA JUGA: Bukan Hanya Banjir, Tanah Bergerak Hantui Sukabumi
Hidayat menambahkan, saat ini pihaknya terus mengencarkan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi kejadian bencana yang sekiranya berpotensi menimbulkan korban.
“Kita sudah menerima banyak laporan kaitannya dengan pergerakan tanah, kekeringan, tanah belah dan lain sebagainya. Kita terus sosialisasi keapda masyarakat,” pungkasnya. (drk/c)
Selain rawan pergerakan tanah, musim kemarau ini juga menyebabkan sembilan desa di Kecamatan Cijeruk Bogor rawan terhadap bencana longsor.
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti
- Menjelang Arus Mudik Lebaran, BPH Migas Tegaskan Ketersediaan BBM di Wilayah Bogor Aman
- Begini Langkah Nyata PTPN I Dalam Mendukung Pelestarian Alam di Bogor
- 30 Rumah di Bandung Barat Rusak Gara-Gara Pergerakan Tanah
- Satpol PP Jabar Ungkap Tantangan Membongkar Hibisc Fantasy Puncak Bogor
- Kronologi Penerbitan Izin Hibisc Fantasy Puncak, Jaswita Kacau
- Polemik Hibisc Fantasy Puncak yang Dibongkar Dedi Mulyadi, Jaswita Buka Suara