Waspada, Ini Salah Satu Penyebab Tren Kenaikan Kasus Covid-19 di Indonesia
jpnn.com, JAKARTA - Anggota Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menilai liburan panjang bisa menjadi salah satu di antara penyebab terjadinya tren peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia pada pekan terakhir Agustus 2020.
Diketahui, tren kenaikan kasus Covid-19 itu terjadi setelah Indonesia libur panjang pada 16-22 Agustus 2020.
Dewi mengungkapkan itu saat diskusi daring 'Covid-19 Dalam Angka' yang disiarkan akun YouTube BNPB Indonesia, Rabu (2/9).
"Ya, bisa jadi. Kami juga melihat ada efek libur panjang juga kepada kenaikan jumlah kasus yang ada terutama di Pulau Jawa tadi," kata Dewi.
Menurut dia, mobilitas masyarakat cukup tinggi saat liburan, terutama di Pulau Jawa. Mobilitas masyarakat itu yang sebenarnya meningkatkan risiko penularan Covid-19.
"Sebab, kami melihat cukup tinggi naiknya apalagi mobilitas di Pulau Jawa, kan, juga sangat tinggi sekali, terutama liburan kemarin, liburan panjang. Kami melihat adanya mobilitas penduduk pasti akan meningkatkan resiko penularan," ucap dia.
Selain liburan, kata Dewi, faktor lain yang meningkatkan tren kasus Covid-19 berdasarkan penularan dari klaster yang sudah ada. Misalnya, penularan pada klaster pesantren di Jawa Timur.
"Di Jawa Timur juga kenaikannya ada dari pesantren, di Jawa Barat ada dari klaster industri. Ini yang angkanya juga cukup tinggi menyumbangkan kasus ke dalam beberapa provinsi," beber dia.
Kenapa terjadi kenaikan tren kasus Covid-19 di Indonesia akhir-akhir ini? Berikut penilaian Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19.
- Usut Kasus Pengadaan APD Covid-19, KPK Periksa Song Sung Wook dan Agus Subarkah
- Saksi Ungkit Jasa Harvey Moeis dalam Penanganan Covid, Lalu Ungkap Pesan Jokowi & BG
- Usut Kasus Korupsi di Kemenkes, KPK Periksa Dirut PT Bumi Asia Raya
- Kasus Korupsi Proyek APD Covid-19, KPK Jebloskan Pengusaha Ini ke Sel Tahanan
- Korupsi Insentif Nakes RSUD Palabuhanratu, Polda Jabar Tangkap 3 Tersangka Baru
- Long Weekend, Kendaraan di Tol TERPEKA Naik 18 Persen