Waspada, Jangan Overdosis Makan Pisang

jpnn.com - Buah pisang sangat baik dikonsumsi setiap hari. Meski begitu, bukan berarti Anda boleh makan pisang sebanyak-banyaknya. Sebab, makan pisang secara berlebihan ternyata bisa memicu sakit kepala dan rasa kantuk.
Flores mengatakan, sakit kepala setelah makan pisang terlalu banyak bisa disebabkan oleh asam amino pada pisang yang bekerja melebarkan pembuluh darah.
Apalagi yang dimakan adalah pisang yang terlalu matang, yang mengandung lebih banyak asam amino daripada pisang lainnya.
Perihal pisang menyebabkan rasa kantuk, Flores pun menjelaskan, pisang juga dapat berkontribusi menimbulkan rasa kantuk ketika dimakan berlebihan karena tingginya jumlah tryptophan yang ditemukan di dalamnya.
Sementara itu, United States Department of Agriculture (USDA) merekomendasikan takaran makan pisang yang aman adalah sekitar 2 buah pisang per hari.
Terakhir, zat kalium yang terdapat dalam pisang juga sebaiknya Anda waspadai. The University of Maryland Medical Center melaporkan bahwa konsumsi berlebihan kalium ternyata bisa menyebabkan hiperkalemia, yang ditandai oleh kelemahan otot, kelumpuhan sementara dan detak jantung yang tidak teratur.
Nah, kini Anda telah mengetahui beragam manfaat makan pisang setiap hari. Namun perlu diingat, konsumsilah buah pisang sesuai takaran yang telah dianjurkan, jangan lebih dari itu.
Sebab, makan buah pisang terlalu banyak dalam sehari justru dapat memunculkan berbagai gangguan kesehatan lainnya.(NP/ RVS/klikdokter)
Zat kalium yang terdapat dalam buah pisang juga sebaiknya Anda waspadai, jangan sampai malah merugikan kesehatan.
Redaktur & Reporter : Yessy
- 5 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama Susu, Pencernaan Bakalan Menderita
- 4 Manfaat Pisang, Turunkan Risiko Serangan Penyakit Diabetes
- Ingin Menurunkan Berat Badan, Konsumsi 3 Jus Buah Ini
- Tingkatkan Energi Tubuh Anda dengan Mengonsumsi 5 Makanan Kaya Nutrisi Ini
- 4 Manfaat Pisang Campur Madu, Kulit Wajah Bebas Keriput
- 8 Bahaya Mengonsumsi Pisang Berlebihan, Tidak Aman untuk Penderita Penyakit Ini